Friday, August 04, 2006

Coklat = Brown = Chocolate (brownie lah......)


barusan ngulik ke www.cybersastra.net nemu tulisan berikut. coklat. my fave color. dimakan juga enak banget looo.... coba sapa deh yang ga suka coklat? emang nya ada?
yah.... ga usah dibahas lebih dalem deh... yang pasti tulisan berikut kena banget deh buat loen. semoga mengena juga buat yang lain :)


Choclate= coklat= cokelate--Abe


Choclate= coklat= cokelate

Hidup itu seperti coklat, pekat tapi nikmat. Coba kamu selusuri jejak yang kamu telah tempuh. Kamu lihat sekat-sekat yang menjeda dalam memori-mu? Seperti membagi kisahmu dalam butiran nikmat yang cepat terlumat. Bukankah tetap ada noda lekat yang selalu terlihat nikmat? Seperti duka yang selalu membuat kita tetap berharap ada. Coklat itu candu.

Swiss, netherland ataupun neverland....coklat selalu nikmat. Seperti kahayal, coklat menghadirkan memori semu tentang rasa, entah jiwa atau raga. .... Seperti letupan almond yang meritme dalam komposisi yang tak pernah pasti. ....

Layaknya tangis sendu. Sebuah rahasia yang tak pernah terjamah, terbungkus rapi dalam dosa sepi. Seperti bungkus conklat yang menutupnya rapat. Tak disisakan ruang angin untuknya, angin hanya bisa menyebarkan dusta, dan coklat meleleh karenanya. Waktu selalu melarutkan nestapa. Coklat itu rindu.

Entah mengapa juga coklat selalu berwarna coklat. kenapa tidak ada kontradiksi, tak ada kontroversi. Coklat memang murni, sebelum manusia membuatnya dengan berbagai komposisi. .... Coklat itu nurani, dia berkata jujur tentang dirinya sendiri, ....

Apa kamu suka coklat? atau kamu tipe pe-naif yang menyingkirkanya dari nafsumu karena ketakutan? Takut dia membuatmu menggelembung dalam bulatan lemak, atau ketakutan akan rapuhnya tiap bijih dari gigimu? Sebegitu berbahayakah coklat bagimu? Jangan pungkiri, betapa kamu tak menginginkannya, tapi tetap saja dia ada dalam sempit benakmu . Awas coklat itu laten.

Aku suka coklat, sepeti halnya lebih dari separuh dunia ini suka coklat. Coklat itu teduh, coklat itu nyaman, coklat itu tenang. Kadang coklat menyembuhkan luka, kadang pula dia menjadi panah Amor, menembus inti rasa dari manusia, coklat sangat kompleks. Coklat adalah perasaan, coklat itu diri kita....Eksistensi yang kadang sulit untuk diterjemahkan, karena dia rasa. Seperti Adam dan Hawa, coklat tak pernah membuatnya terbuang dari surga. Coklat itu bijak, coklat itu perkasa, seperti penantian akan rasa. ....

ada bagian yang emang loen ilangin karna menurut loen ga sesuai. tapi yang tercantum di atas bener-bener deh...... loen banget :D
(sumber foto: www.webshot .com)

No comments: